Air mata berkata dalam pedihnya hati
tak ada lagi yang bisa ia ucapkan kecuali isakkan yang menceritakan pilumu
Tertatih karena tiang pengokoh itu telah pergi
Meninggalkan sebuah luka kecil dilubuk hati
Terlalu kecil sehingga terasa menikam secara perlahan, berkhianat pada hati yang telah rapuh
Dia bukan untuk mu..
Maka dari itu dia dijauhkan dari mu
Dia bukan mataharimu..
Maka dari itu cahaya cintanya redup ditelan kegelapan rasa
Dia bukan petunjukmu..
Maka dari itu dia membuatmu tersesat dalam ragu yang menggebu
Dan, dia bukan jodohmu..
Maka dari itu hatinya kembali berbalik sebelum melihat ke arahmu
Dia hanyalah seorang musafir
Yang singgah sejenak untuk beristirahat, lalu kembali melanjutkan perjalanannya dihari selanjutnya
Kau tidak perlu bersedih atasnya
Tidak perlu mengganggu atau malah membencinya dan membuat ia kehilangan kenyamanannya
Kau hanya perlu bersyukur dan yakinlah bahwa suatu saat akan ada pengobat sakit ini
Tatalah kembali hati yang telah hancur itu, meski sulit dan terasa memuakkan
Karena setiap orang dipertemukan dan dipisahkan bukan tanpa alasan
Dan disanalah dapat diambilah pemahaman, pembelajaran untukmu kedepannya
Maha Pencipta akan memberikan apa yang dibutuhkan olehmu
Ia Maha tahu dan mengerti
Jadi, berhentilah untuk mengurai air mata
Melangkahlah lagi sebagai perempuan yang kuat
tegar atas apa yang terjadi...
tak ada lagi yang bisa ia ucapkan kecuali isakkan yang menceritakan pilumu
Tertatih karena tiang pengokoh itu telah pergi
Meninggalkan sebuah luka kecil dilubuk hati
Terlalu kecil sehingga terasa menikam secara perlahan, berkhianat pada hati yang telah rapuh
Dia bukan untuk mu..
Maka dari itu dia dijauhkan dari mu
Dia bukan mataharimu..
Maka dari itu cahaya cintanya redup ditelan kegelapan rasa
Dia bukan petunjukmu..
Maka dari itu dia membuatmu tersesat dalam ragu yang menggebu
Dan, dia bukan jodohmu..
Maka dari itu hatinya kembali berbalik sebelum melihat ke arahmu
Dia hanyalah seorang musafir
Yang singgah sejenak untuk beristirahat, lalu kembali melanjutkan perjalanannya dihari selanjutnya
Kau tidak perlu bersedih atasnya
Tidak perlu mengganggu atau malah membencinya dan membuat ia kehilangan kenyamanannya
Kau hanya perlu bersyukur dan yakinlah bahwa suatu saat akan ada pengobat sakit ini
Tatalah kembali hati yang telah hancur itu, meski sulit dan terasa memuakkan
Karena setiap orang dipertemukan dan dipisahkan bukan tanpa alasan
Dan disanalah dapat diambilah pemahaman, pembelajaran untukmu kedepannya
Maha Pencipta akan memberikan apa yang dibutuhkan olehmu
Ia Maha tahu dan mengerti
Jadi, berhentilah untuk mengurai air mata
Melangkahlah lagi sebagai perempuan yang kuat
tegar atas apa yang terjadi...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar